
2022-10-09 / admin
Overhaul Mesin Industri untuk Menghemat Biaya dan Menjaga Produktivitas – Industri manufaktur ataupun industri lainnya yang bergantung pada berbagai jenis mesin dalam proses produksi menyadari bahwa perawatan rutin terhadap mesin itu sangat krusial. Pengoperasian mesin yang produktif dan efektif tidak mungkin tercapai tanpa perawatan rutin serta ketersediaan peralatan teknis secara menyeluruh. Guna mencapai competitive advantage khususnya pada proses produksi, pencegahan kerusakan mesin (downtime prevention) adalah kunci profitabilitas di bidang bisnis apa pun agar selangkah lebih baik dibandingkan kompetitor.
Setelah bertahun-tahun mesin terus beroperasi, secara alami akan ada komponen maupun mekanisme yang mulai rusak. Situasi ini dapat menyebabkan kerusakan kritis pada mesin dan mengakibatkan perbaikan dengan biaya besar, serta resiko kerugian produksi akibat downtime mesin. Oleh karena itu, mari pahami langkah yang baik dalam menjaga kondisi mesin agar berfungsi sebagaimana mestinya, dengan istilah Engine Overhaul.
Mengenal Istilah Engine Overhaul
Overhauling mesin industri dikenal sebagai proses perawatan umum (general maintenance) yang dilakukan pada mesin atau peralatan industri
lainnya. Tujuan dari overhaul adalah untuk menjaga sistem mekanisme dan
komponen dalam kondisi yang dapat digunakan untuk mencapai
produktivitas maksimal, tanpa mengesampingkan batas kemampuan
pengoperasian. Frekuensi overhauling bergantung pada jenis mesin,
spesifikasi, tingkat penggunaan mesin, hingga downtime yang tidak
terduga. Umumnya, pemeriksaan dan overhauling lebih sering dibutuhkan
pada mesin yang lebih tua, terutama mesin besar yang melibatkan
mekanisme yang rumit.
Manfaat Overhaul Mesin Industri
Hemat Biaya
Meskipun terdengan kurang masuk akal untuk berinvestasi lebih pada mesin
yang masih beroperasi optimal, overhaul mesin akan melindungi
perusahaan dari potensi pengeluaran yang lebih besar di masa mendatang.
Dengan memeriksa dan mengganti beberapa suku cadang, komponen, serta
parts yang sudah rusak akan lebih menghemat biaya daripada membeli mesin
baru secara keseluruhan. Kerusakan mesin secara tiba-tiba dapat
menyebabkan kerugian finansial yang besar di sektor industri, karena
apabila satu mesin rusak akan menyebabkan downtime sehingga mengurangi
potensi keuntungan. Perusahaan industri skala besar mengakui bahwa
maintenance yang terjadwal serta proses overhaul mesin merupakan cara
untuk meminimalisir biaya dan mencegah kegagalan mesin.
Memperpanjang Umur Mesin
Pemeliharaan rutin pada mesin dapat memperpanjang umur mesin tersebut.
Melalui predictive maintenance maupun predictive overhaul, pelaku
industri telah mengantisipasi potensi kerusakan yang akan terjadi.
Seiring bertambahnya frekuensi pengoperasian peralatan maupun aset mesin
industri, maka komponen dan parts mekanismenya juga cenderung menjadi
rusak seiring waktu. Penggunaan mesin secara ekstensif yang telah
menunjukkan tanda-tanda keausan dan kerusakan dapat menyebabkan
kerusakan kritis. Oleh karena itu, melalui perombakan mesin untuk
mengetahui komponen yang rusak pada mesin dapat menghentikan kerusakan
ekstensif pada mesin dan memperpanjang umur mesin itu sendiri.
Peningkatan Kinerja
Setelah penggunaan yang lama selama bertahun-tahun, tingkat
produktivitas mesin akan cenderung berkurang dibandingkan kinerja mesin
ketika masih baru. Dengan perombakan mesin, kinerja mesin ataupun alat
berat lainnya dapat dipulihkan hingga 100%. Peningkatan kinerja mesin
merupakan kemungkinan bagi para pelaku industri untuk meningkatkan
tingkat produksi, sehingga meningkatkan laba perusahaan.
Mengurangi Biaya Servis
Penggantian seluruh bagian mesin industri
pada dasarnya lebih memakan waktu daripada perbaikan kecil maupun
penggantian per parts . Alih-alih mengganti seluruh komponen mesin
dengan yang baru, hanya suku cadang tertentu yang diganti atau bahkan
bisa diperbaiki. Melalui pemeliharaan prediktif (predictive
maintenance), pelaku industri dapat lebih memahami komponen mana saja
yang perlu diganti sehingga mengurangi biaya dan waktu downtime yang
tidak perlu.

Tahap-Tahap dalam Overhaul Mesin Industri
Tahap Inspeksi (Inspection)
Pertama-tama, mesin akan diperiksa secara menyeluruh oleh tenaga
profesional yang berpengalaman. Umumnya kru akan melakukan pemeriksaan
pada mesin overhaul dalam kondisi produksi. Artinya, kinerja mesin
dipantau saat mesin sedang digunakan. Prosedur seperti ini memungkinkan
untuk mengidentifikasi masalah pada mesin, serta mengalokasikan langkah
selanjutnya agar proses overhaul lebih efektif.
Tahap Pembongkaran (Disassembly)
Setelah masalah teridentifikasi melalui proses inspeksi di awal, maka
selanjutnya peralatan ataupun mesin harus dibongkar. Tahap pembongkaran
ini sangat penting untuk pemeriksaan lebih lanjut mengenai tindakan yang
dibutuhkan. Pekerja pemeliharaan yang terampil mampu mengidentifikasi
masalah pada mesin secara efektif, serta jujur dalam menunjukkan bagian
parts / komponen mesin yang perlu diganti atau diperbaiki.
Tahap Perbaikan (Repair)
Proses perbaikan ini merupakan tahap krusial dalam overhaul mesin
industri. Karena dalam tahap ini, bagian tertentu pada mesin yang rusak
akan diperbaiki ataupun diganti. Langkah ini juga mencerminkan efisiensi
overhaul, dimana parts akan diperbaiki menggunakan peralatan teknik terbaik
untuk mencapai fungsi normal apabila masih dapat diperbaiki. Hal ini
tentu akan menghemat biaya apabila dibandingkan dengan mengganti seluruh
suku cadang sekaligus. Penggantian suku cadang juga mungkin membutuhkan
waktu yang lebih lama daripada perbaikan sederhana, karena suku cadang
asli untuk mesin tersebut perlu dipesan dari produsen.
Tahap Perakitan Kembali (Reassembly)
Setelah proses perbaikan ataupun penggantian komponen mesin selesai,
maka selanjutnya adalah tahap perakitan kembali seluruh mesin. Dalam
tahap ini, proses reassembly sangat penting untuk memfungsikan mesin
dengan efektif. Dalam perakitan mesin-mesin industri OEM, umumnya tenaga
ahli dari produsen ataupun jasa pihak ketiga harus memiliki
keterampilan tertentu untuk melakukan perakitan ulang, karena setiap
brand, ukuran, serta spesifikasi mesin yang berbeda-beda pula.
Tahap Pengujian (Testing)
Langkah terakhir yang mengakhiri proses overhaul mesin. Tahap pengujian
ini tentunya dilakukan untuk mengidentifikasi apakah perbaikan yang
dilakukan itu efektif. Selama pengujian, tingkat keberhasilan dapat
dinyatakan berhasil, maupun dinyatakan kurang berhasil, dimana kerusakan
yang dialami memang tereduksi namun belum sepenuhnya hilang. Apabila
kurang berhasil, maka proses engine overhaul ini akan kembali ketahap
awal (inspeksi) untuk pemeriksaan lebih lanjut serta penggantian parts
yang memang sudah harus diganti.