Kembali
Pengurugan Tanah (Plant Site)
2022-10-09 / admin
Cara melakukan pengurugan tanah adalah
proses yang panjang dan memerlukan perencanaan yang matang. Dari mulai
penyiapan media urug, alat yang digunakan untuk pengurugan tanah sampai
pengetesan hasil urugan. Banyak Jasa pengurugan yang mengabaikan
proses-proses standar yang seharusnya dilakukan.
Alat-alat yang digunakan untuk pengurugan tanah dapat digunakan sebagai berikut:
- Alat ukur
Pada saat survey harus dibawa alat ukur
yang bagus. Berdasarkan modelnya, alat ukur tanah bisa dikelompokkan
menjadi tiga macam yaitu alat ukur sederhana, alat ukur optik, dan alat
ukur elektronik. Contohnya Theodolit ialah alat ukur tanah yang dipakai
untuk mengukur ketinggian tanah dengan sudut datar dan sudut tegak.
Tingkat akurasi hasil pengukuran sudut oleh theodolit mencapai satuan
detik. Umumnya, theodolit sering diaplikasikan saat penentuan sudut
siku-siku, menentukan ketinggian, pemetaan situasi, dan pengamatan
matahari.
Contoh lainnya adalah Waterpass. Waterpass adalah alat untuk mengukur beda tinggi antara dua atau lebih titik yang berdekatan
- Excavator
alat berat yang biasa digunakan dalam
industri konstruksi, pertanian atau perhutanan. Mempunyai belalai yang
terdiri dari dua tungkai; yang terdekat dengan body disebut boom dan
yang mempunyai bucket atau ember keruk disebut dipper
- Dump truck
Dump Truck adalah truk yang isinya dapat
dikosongkan tanpa penanganan. Dump truk biasa digunakan untuk
mengangkut barang semacam pasir, kerikil atau tanah untuk keperluan
konstruksi
- Dozer
- Compactor
- Pompa air
- Pacul
- Dan lain-lain
Bagaimana Langkah-langkahnya ? Berikut tahapan kerjanya :
- Tahap Persiapan
- Kita harus meninjau terlebih dahulu keadaan dan kondisi lapangan yang akan kita urug
- Dari hasil peninjauan maka kita dapat memastikan jenis tanah yang
akan dipakai untuk urugan dengan melihat spesifikasi tanah yang ada.
- Proses berikutnya adalah mampu memprediksi volume urugan, dengan
memperhitungkan luas, volume urugan tidak dapat diprediksi sama dengan
100 % volume di gambar, karena memperhatikan faktor susut setelah tanah
dipadatkan. Kebutuhan volume urugan = ± 130 % volume gambar (Swelling
factor (faktor susut) = ± 30 %).
- Harus dipastikan sejak awal bahwa volume urugan adalah volume pada
gambar dan bukan volume ritase dump truck, agar tidak terjadi
kesalahpahaman.
Jika diketemukan lokasi luas dan volume
urugan sangat besar, ada kemungkinan menggunakan 2 buah excavator, dozer
dll dengan sistem estafet agar waktu tunggu dump truck tidak terlalu
lama.
- Tahap Berikutnya adalah analisa. Berikut analisanya : jika tanah
urugan didatangkan dari luar lokasi, berapa lama waktu yang dibutuhkan
oleh 1 buah dump truck membawa tanah dari lokasi pengambilan ke lokasi
yang akan diurug, sehingga setelah diperoleh data, maka dapat
diperhitungkan. Perhitungkan juga jadwal antara schedule dengan jumlah
dozer, dump truck, dan excavator yang dibutuhkan.
- Tipe-tipe urugan yang bisa dikerjakan:
- Tipe pertama : adalah urugan dengan spesifik lapangan yang luas
tanpa hambatan. Adapun pergerakan kerja dari alat berat lebih bebas dan
tampak lebih mudah sehingga jumlah armada dump truck dan alat berat
sangat menentukan sekali terhadap jadwal
- Tipe Kedua : adalah urugan tepi-tepi struktur atau diantara
struktur. Tipe urugan ini relatif lebih sulit dan durasi pekerjaan lebih
lama, terkadang area tepi pemadatan. Oleh karena itu tidak dapat
menggunakan alat berat, cukup dengan stamper, baby roller, dll.
- Tahap Turap
Turap adalah dinding vertikal yang
relatif tipis yang berfungsi untuk menahan tanah ataupun menahan
masuknya air ke dalam lubang galian. Fungsi turap sama persis seperti dinding penahan tanah
Untuk urugan yang besar dan dalam serta
berbatasan dengan bangunan lain perlu disiapkan turap untuk dapat
menahan tanah disekelilingnya dan mencegah terjadinya kelongsoran
seperti Sheet Pile, Continous Pile, H pile dan lain-lain.
Langkah-langkah penjangkaran, secara
bertahap mengikuti tahapan urugan seperti Ground Anchor, Soil Nailing
dan seterusnya. Turap dengan tiang tegak dan papan turap untuk urugan
tidak beresiko tinggi. Pembuatan Caping Beam untuk turap-turap tersebut
diatas.
- Tahap Urugan
Tahapan yang terpenting adalah tahap urugan . Berikut tahapan urug yang harus dilakukan tahap demi tahap :
- Tahap pertama adalah dengan membersihkan lokasi yang akan diurug terhadap kayu, semak-semak atau sampah lainnya.
- Kemudian sediakan tanah urugan dengan kualitas yang baik.
- Jangan lupa untuk membuat batas-batas, patok-patok, menarik benang
dari 1 patok ke patok yang lainnya, agar diperoleh permukaan tanah
rata-rata sesuai dengan level yang diharapkan.
- Proses yang keempat adalah Lokasi yang akan diurug/ ditinggikan
dipersiapkan terlebih dahulu supaya terdapat hubungan yang baik antara
tanah dasar dengan tanah urugan nantinya.
- Jika diperlukan/ disyaratkan tanah bahan urugan diambil di beberapa
tempat sebagai sampel untuk pemeriksaan pemadatan di laboratorium.
- Yang keenam adalah urugan tanah dilakukan lapis demi lapis sesuai
spesifikasi (misalnya tiap 40 cm) dan setiap lapis diikuti dengan
pemadatan.
- Proses pemadatan dapat dilakukan dengan menggunakan alat sesuai
dengan keperluannya (Stamper, Baby roller atau alat berat pemadatan).
- Jangan lupa untuk melakukan test kepadatan tanah di lapangan sesuai spesifikasi.
- Faktor yang tidak diabaikan adalah dengan memperhatikan kekuatan penahan tanah di sekeliling urugan.